TELKOM

Artikel

Senin, 03 November 2008 19:58:38
Grantang, Pengiring Tari dari Bali
Kategori: Umum (1311 kali dibaca)
 Grantang adalah salah satu alat musik asal Bali. Bentuknya tak jauh berbeda dari kulintang, alat musik asal Sulawesi Utara. Bedanya, kulintang dimainkan sambil berdiri, sedangkan grantang, dimainkan sambil duduk di lantai. Alat musik dari bambu itu tingginya tak lebih dari 30 centimeter. Tigabelas jejeran bambu yang dipasang rapat-rapat pada sebidang kayu panjangnya tidak sama. Di awali dari bambu terpanjang, sampai ukuran bambu terpendek.
Di Bali, alat musik ini kerap digunakan untuk mengiringi tarian pergaulan, atau joged. Belakangan kerap diperdengarkan sebagai pengiring gamelan di hotel-hotel menyambut kedatangan tamu.  
 Ketut Tiyon adalah salah satu perajin grantang yang bermukim di Bali. “Dulu saya bergabung pada perkumpulan gamelan yang ada di Bali. Kalau sedang manggung, musik grantang turut dimainkan. Ketika itulah saya sering mendengarkan ternyata grantang memiliki suara yang unik dan enak didengar,” ujar Ketut Tiyon yang tertantang untuk membuat grantang.
 Baginya tak sulit jika hanya membelah bambu lalu memasangnya di sebidang kayu. Dan kenyataannya memang berhasil. Yang sulit baginya adalah membuat nadanya. Namun ia tak putus asa, kepada ahlinya dia datangi untuk belajar. 
“Setelah dipelajari berulang-ulang, akhirnya berhasil menemukan suara yang tepat,” katanya sembari memainkan grantang dengan cara dipukul –pukul menyesuaikan nada yang diinginkan menggunakan dua bilah kayu yang bagian ujungnya diberi bandulan karet. Selain perajin grantang, Ketut Tiyon juga pandai membuat seruling.  
Harga grantang tergantung dari ukurannya, dan ukiran yang terdapat pada papan yang menempel di sisi bagian depan dan kiri-kanannya. Minimal Rp 350 ribu. (Naskah: Ria Clara.foto:Nugi)  

Desa Lemukih  
Kecamatan Sawan
Kabupaten Bulelang, Bali


(Feri Aditya)
 
 
Very Good
 
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar