Artikel
Minggu, 02 Maret 2008 01:08:31
Kriya Perhiasan Palembang
Menunjukkan Status dan Usia
Kategori: Jalan-Jalan (766 kali dibaca)
Di Palembang perhiasan emas bisa dijadikan pertanda tinggi-rendahnya status seseorang. Mereka umumnya paham, mana perhiasan yang hanya boleh dikenakan oleh mereka yang berstatus ningrat dan mana perhiasan yang boleh dikenakan rakyat pada umumnya. Tidaklah heran kalau begitu banyak desain perhiasan emas yang bisa dijumpai dan daerah Sungai Musi ini. Lihat saja dikala wanita Palembang tengah melangsungkan pernikahannya, tubuhnya penuh oleh kemilau emas. Dari kepala hingga ujung kakinya berhias oleh emas.
Ternyata selain status, perhiasan yang boleh dikenakan seseorang juga berdasarkan dari usianya. Tradisi seperti ini begitu kental pada jaman raja-raja dahulu kala. Dikala usia remaja, perhiasan yang dikenakan berbeda dengan mereka yang akan memasuki jenjang pernikahan. Begitu pula saat mereka tengah memasuki jenjang usia yang mulai lanjut. Seorang nenek desain perhiasannya akan berbeda lagi. Cara-cara seperti ini berlaku turun-temurun. Artinya, seorang ibu akan menyerahkan perhiasan yang ia kenakan di masa gadisnya kepada puterinya. Demikianlah seterusnya.
Perhiasan emas asal Palembang umumnya jarang menggunakan batu permata. Namun penamplannya penuh oleh ukiran-ukiran dengan berbagai motif. Bahkan tak jarang ukirannya tiga dimensi, sehingga tebal dan bertumpuk-tumpuk. Terlihat begitu indah luar biasa. Kalaupun perhiasan emas asal Palembang mengenakan batu penmata, umumnya batu permata yang digunakan adalah intan. Ada dua jenis intan yang biasa digunakan : Intan Landak dan Kulit Intan. Harga keduanya tidak terpaut jauh. Dan sama-sama gemerlap. Hanya jika damati secara seksama, ada sedikit perbedaan. Intan Landak sedikit lebih berkilau. (Webmaster)
Ternyata selain status, perhiasan yang boleh dikenakan seseorang juga berdasarkan dari usianya. Tradisi seperti ini begitu kental pada jaman raja-raja dahulu kala. Dikala usia remaja, perhiasan yang dikenakan berbeda dengan mereka yang akan memasuki jenjang pernikahan. Begitu pula saat mereka tengah memasuki jenjang usia yang mulai lanjut. Seorang nenek desain perhiasannya akan berbeda lagi. Cara-cara seperti ini berlaku turun-temurun. Artinya, seorang ibu akan menyerahkan perhiasan yang ia kenakan di masa gadisnya kepada puterinya. Demikianlah seterusnya.
Perhiasan emas asal Palembang umumnya jarang menggunakan batu permata. Namun penamplannya penuh oleh ukiran-ukiran dengan berbagai motif. Bahkan tak jarang ukirannya tiga dimensi, sehingga tebal dan bertumpuk-tumpuk. Terlihat begitu indah luar biasa. Kalaupun perhiasan emas asal Palembang mengenakan batu penmata, umumnya batu permata yang digunakan adalah intan. Ada dua jenis intan yang biasa digunakan : Intan Landak dan Kulit Intan. Harga keduanya tidak terpaut jauh. Dan sama-sama gemerlap. Hanya jika damati secara seksama, ada sedikit perbedaan. Intan Landak sedikit lebih berkilau. (Webmaster)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar

